Welcome to CalgaryIslam.com, !
User Menu
· Home

Personal Menu
· Change Password

Main Menu
· Islaamic Articles
· CalgaryIslam Audio
· CalgaryIslam Video
· Qur'aan Recitation
· Qur'aan
· Hadeeth
· Biographies
· Islam Against Terrorism
· Business Directory
· Reviews
· Downloads
· Islaam & Site FAQ
· Web Links
· International Recipes
· Calgary Prayer Times

Site Menu
· AvantGo
· Recommend Us
· Link To Us!
· Search

Submission Menu
· Submit News/Articles
· Submit A Review
· Submit A Download
· Submit Business Listing
· Submit A Recipe
· Domain Name Search
· .

Status
 Asslaamu Alaykum
Become A Member Now!



Register now to gain full access to the website!

 Register
 Login:
User:


Password:


Remember me


Knowing True Islaam

Join Our Mailing List!
You are currently not logged in, but you can still subscribe to our newsletter.




Pergi ke Dukun dan Menyembelih untuk Jin

(1293 total words in this text)
(1150 Reads)   Printer-friendly page

Bagaimana hukumnya seseorang yang pergi bersama anaknya yang sakit ke seseorang yang disayyidkan (dituankan) atau dukun untuk meminta kesembuhan. Kemudian menyembelih domba jantan dan sebagian sembelihan tersebut dipersembahkan kepada jin? Simak jawaban Syaikh Muqbil Berikut Oleh: Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i

Pertanyaan:
“Syaikh, bagaimana hukumnya seseorang yang pergi bersama anaknya yang sakit ke seseorang yang disayyidkan (dituankan) atau dukun untuk meminta kesembuhan. Kemudian menyembelih domba jantan dan sebagian sembelihan tersebut dipersembahkan kepada jin? Berikan fatwa kepada kami!”

Maka beliau menjawab,

“Apabila dia seseorang yang bodoh maka ajarkanlah kepadanya yang benar. Sedangkan apabila telah datang hujjah padanya dalam keadaan dia tetap berkeyakinan bahwa tuan atau dukun itu adalah seseorang yang bisa mendatangkan manfaat dan mudharat selain Allah, maka dia dihukumi kafir. Ini setelah diajarkan yang benar dan dan sampainya dakwah dari ayat-ayat Allah dan hadits Rasul-Nya.

Rasulullah bersabda,

ãóäú ÃóÊóì ÚóÑøóÇÝðÇ ÝóÓóÃóáóåõ Úóäú ÔóíúÁò áóãú ÊõÞúÈóáú áóåõ ÕóáÇóÉõ ÃóÑúÈóÚöíúäó íóæúãðÇ

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal/dukun dan bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari”.

Allah berfirman,

æóÇáøóÐöíäó ÊóÏúÚõæäó ãöäú Ïõæäöåö ãóÇ íóãúáößõæäó ãöäú ÞöØúãöíÑò (١٣)

“Dan orang-orang yang kalian seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.” (Faathir: 13)

æóãóäú ÃóÖóáøõ ãöãøóäú íóÏúÚõæ ãöäú Ïõæäö Çááøóåö ãóäú áÇ íóÓúÊóÌöíÈõ áóåõ Åöáóì íóæúãö ÇáúÞöíóÇãóÉö æóåõãú Úóäú ÏõÚóÇÆöåöãú ÛóÇÝöáõæäó (٥)

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat mengabulkan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka.” (Al Ahqaf : 5)

íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáäøóÇÓõ ÖõÑöÈó ãóËóáñ ÝóÇÓúÊóãöÚõæÇ áóåõ Åöäøó ÇáøóÐöíäó ÊóÏúÚõæäó ãöäú Ïõæäö Çááøóåö áóäú íóÎúáõÞõæÇ ÐõÈóÇÈðÇ æóáóæö ÇÌúÊóãóÚõæÇ áóåõ æóÅöäú íóÓúáõÈúåõãõ ÇáÐøõÈóÇÈõ ÔóíúÆðÇ áÇ íóÓúÊóäúÞöÐõæåõ ãöäúåõ ÖóÚõÝó ÇáØøóÇáöÈõ æóÇáúãóØúáõæÈõ

“Hai manusia telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah oleh kalian perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kalian seru selain Allah, sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” (Al-Hajj : 73)

Yang demikian haram hukumnya. Tidak boleh seseorang memberikan nama padanya sebagai sayyid (tuan). Peramal/dukun adalah dajjal pendusta. Wajib bagi pemimpin pemerintah menangkap dan memenjarakannya sampai dia bertaubat kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan membunuhnya karena dia membuat kerusakan dan keraguan pada aqidah kaum muslimin, memerintahkan manusia untuk menyembelih dan dipersembahkan kepada jin-jin.

Rasululah bersabda yang artinya,

áóÚóäó Çááåõ ãóäú ÐóÈóÍó áöÛóíúÑö Çááåö

“Allah telah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah”.

Allah berfirman yang artinya :

ÝóÕóáöø áöÑóÈöøßó æóÇäúÍóÑú (٢)

“Maka dirikanlah shalat untuk Rabbmu dan berkorbanlah.” (Al Kautsar: 2)

Þõáú Åöäøó ÕóáÇÊöí æóäõÓõßöí æóãóÍúíóÇíó æóãóãóÇÊöí áöáøóåö ÑóÈöø ÇáúÚóÇáóãöíäó (١٦٢)áÇ ÔóÑöíßó áóåõ æóÈöÐóáößó ÃõãöÑúÊõ æóÃóäóÇ Ãóæøóáõ ÇáúãõÓúáöãöíäó (١٦٣)

“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itu yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (Al An’am : 162 - 163)

Jin adalah makhluk yang tidak mengetahui perkara gaib sedikitpun. Pergerakan mereka berada di tangan Allah. Apabila kuat aqidah kita maka mereka (jin) akan takut kepada kita. Tetapi, apabila goncang aqidah kita, maka kita akan mendengar fulan dikatakan terkena penyakit kerasukan jin, fulan menjadi gila, fulan…,fulan… sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla yang artinya :

æóÃóäøóåõ ßóÇäó ÑöÌóÇáñ ãöäó ÇáÅäúÓö íóÚõæÐõæäó ÈöÑöÌóÇáò ãöäó ÇáúÌöäöø ÝóÒóÇÏõæåõãú ÑóåóÞðÇ (٦)

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah dosa bagi mereka.” (Al Jin : 6)

Yaitu apabila manusia dalam keadaan mereka takut kepada jin, maka jin akan sewenang-wenang dan melampaui batas dalam mempermainkan manusia.

[Nasehat bagi Para Dukun-ed.]

Bagi peramal/dukun agar mereka kembali bertaubat dan menyandarkan dirinya (dalam mencari rezeki) kepada Allah, karena Dia berkuasa untuk memberikan rezeki kepadanya.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman yang artinya:

æóãóÇ ãöäú ÏóÇÈøóÉò Ýöí ÇáÃÑúÖö ÅöáÇ Úóáóì Çááøóåö ÑöÒúÞõåóÇ æóíóÚúáóãõ ãõÓúÊóÞóÑøóåóÇ æóãõÓúÊóæúÏóÚóåóÇ ßõáøñ Ýöí ßöÊóÇÈò ãõÈöíäò (٦)

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).” (Huud: 6)

Rezeki hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla. Haram atas peramal/dukun merampas atau mengambil harta manusia dengan tipuan dan kedustaan.

Kami nasehatkan kepada saudara-saudara kaum muslimin membaca kitab Tath-hiru Al I’tiqad oleh Imam Ash Shon’any, dan Kitabut Tauhid oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Karena kitab-kitab tersebut adalah kitab yang sangat berharga dalam pembahasan itu.

Orang yang meyakini tukang ramal, dukun dan tukang sihir bahwa mereka bisa mendatangkan manfaat dan menolak mudharat selain Allah maka dia meragukan Al- Quran.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

æóÚöäúÏóåõ ãóÝóÇÊöÍõ ÇáúÛóíúÈö áÇ íóÚúáóãõåóÇ ÅöáÇ åõæó æóíóÚúáóãõ ãóÇ Ýöí ÇáúÈóÑöø æóÇáúÈóÍúÑö æóãóÇ ÊóÓúÞõØõ ãöäú æóÑóÞóÉò ÅöáÇ íóÚúáóãõåóÇ æóáÇ ÍóÈøóÉò Ýöí ÙõáõãóÇÊö ÇáÃÑúÖö æóáÇ ÑóØúÈò æóáÇ íóÇÈöÓò ÅöáÇ Ýöí ßöÊóÇÈò ãõÈöíäò (٥٩)

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib ; tidak ada yang mengetahui kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).” (Al An’am: 59)

Allah adalah dzat yang mengetahui perkara gaib. Barang siapa yang mendakwa/mengklaim dirinya mengetahui perkara gaib bersama Allah maka dia telah kafir. Dan tidak boleh sholat di belakangnya (menjadi ma’mum-nya).

Sumber: Buletin Dakwah Al Atsary, Semarang Edisi X/Th.I

Dicopy dari www.darussalaf.org v.offline.
  

[ Back to Indonesian Articles | Sections index ]

Rating


http://www.calgaryislam.com/imembers/index.php?module=Static_Docs&func=view&f=terrorism%2Fterror_page.html



| Please syndicate our content! |
| All Members of this site are bound by our TERMS OF SERVICE and WEBSITE POLICY |
© Copyright 1997 - 2010 CalgaryIslam.com, All Rights Reserved.  Email Us